Friday, June 22, 2012

Pembacaan Alkitab Juli-September

Mengikuti BAKI PGI


Juli
Minggu, 1 Juli : 1 Samuel 10:1-16 Pagi: Mazmur 118 Petang: Mazmur 145 Roma 4:13-25 Matius 21:23-32
Minggu, 8 Juli : 1 Samuel 14:36-45 Pagi: Mazmur 146, 147 Petang: Mazmur 111, 112, 113 Roma 5:1-11 Matius 22:1-14
Minggu, 15 Juli : 1 Samuel 17:50-18:4 Pagi: Mazmur 148, 149, 150 Petang: Mazmur 114, 115 Roma 10:4-17 Matius 23:29-39
Minggu, 22 Juli : 1 Samuel 23:7-18 Pagi: Mazmur 63, 98 Petang: Mazmur 103 Roma 11:33-12:2 Matius 24:14-30
Minggu, 29 Juli : 2 Samuel 1:17-27 Pagi: Mazmur 24, 29 Petang: Mazmur 8, 84 Roma 12:9-21 Matius 25:31-46
Agustus
Minggu, 5 Agustus : 2 Samuel 6:12-23 Pagi: Mazmur 93, 96 Petang: Mazmur 34 Roma 14:7-12 Yohanes 1:43-51
Minggu, 12 Agustus : 2 Samuel 13:1-22 Pagi: Mazmur 66, 67 Petang: Mazmur 19, 46 Roma 15:1-13 Yohanes 3:22-36
Minggu, 19 Agustus : 2 Samuel 17:1-23 Pagi: Mazmur 118 Petang: Mazmur 145 Galatia 3:6-14 Yohanes 5:30-47 [Idul Fitri 1 Syawal 1433 H]
Minggu, 26 Agustus : 2 Samuel 24:1-2, 10-25 Pagi: Mazmur 146, 147 Petang: Mazmur 111, 112, 113 Galatia 3:23-4:7 Yohanes 8:12-20
September
Minggu, 2 September : 1 Raja-raja 8:22-40 Pagi: Mazmur 148, 149, 150 Petang: Mazmur 114, 115 1 Timotius 4:7b-16 Yohanes 8:47-59
Minggu, 9 September : 1 Raja-raja 12:21-33 Pagi: Mazmur 63, 98 Petang: Mazmur: 103 Kisah Para Rasul 4:18-31 Yohanes 10:31-42
Minggu, 16 September : 1 Raja-raja 19:8-21 Pagi: Mazmur 24, 29 Petang: Mazmur 8, 84 Kisah Para Rasul 5:34-42 Yohanes 11:45-57
Minggu, 23 September : 2 Raja-raja 4:8-37 Pagi: Mazmur 93, 96 Petang: Mazmur 34 Kisah Para Rasul 9:10-31 Lukas 3:7-18
Minggu, 30 September : 2 Raja-raja 17:1-18 Pagi: Mazmur 66, 67 Petang: Mazmur 19, 46 Kisah Para Rasul 9:36-43 Lukas 5:1-11

Monday, June 18, 2012

Refleksi Sejarah GKSS dan Pekabaran Injil di tanah Bugis-Makassar-Selayar

Masih sebagai rangkaian pekan HUT GKSS (46) dan Hari PI (79) di klasis Bulusaraung, diadakan seminar PI untuk memberikan informasi dari para saksi sejarah dan pelaku PI di tanah Bugis (Melle’) Makassar (Poona) dan Selayar (Dg. Taung).  Seminar yang dilakukan pada senin, 18 Juni 2012 ini didampingi oleh ketua Klasis Blusaraung, Pdt. Armin Sukri, selaku moderator dan juga penerjemah dari bapak Melle yang tidak begitu paham bahasa Indonesia.  Selain itu juga dihadirikan seorang ahli sejarah gereja, Pdt. Zakaria Ngelow yang memberi beberapa catatan. 

Seminar yang diadakan di Aula TC GKSS ini berlangsung cukup menarik hingga memakan waktu selama tiga jam.  Sayang sekali bahwa seminar yang memberi banyak rekomendasi bagi keberlangsungan GKSS di masa depan tidak dihadiri oleh para undangan dari pihak MPS GKSS komisi-komisinya.  

Berikut beberapa refleksi sejarah GKSS oleh Zakaria Ngelow:


1. Kesaksian dari Selayar

GKSS gagal mempertahankan warga yang dibaptis masal dari aliran Muhdi Akbar pada awal tahun 1970-an karena tidak berlangsung pembinaan yang didasarkan pada pemahaman yang mendasar mengenai ajaran Muhdi Akbar. Hal ini terkait juga dengan tiadanya putra-putri Selayar sendiri yang seperti Rasul Paulus – mampu memahami secara mendalam sekaligus ajaran Muhdi Akbar dan budaya Selayar pada umumnya dan Injil Yesus Kristus, untuk selanjutnya melakukan transformasi. Apakah aspek keturunan akan juga menentukan, bahwa tokoh yang bisa bicara kepada masyarakat Selayar haruslah turunan pemuka masyarakatnya? Mungkin begitu, namun Injil harus kritis terhadap struktur sosial yang menindas, termasuk paternalisme dan feodalisme.

2. Kesaksian dari Soppeng

Orang Soppeng masuk Kristen dalam rangka mencari kebenaran Injil, mengikuti tradisi messianik Petta Barang. Itu suatu kebanggaan, yang juga dapat ditambahkan bahwa Kekristenan di kalangan orang Soppeng telah teruji melalui taruhan nyawa pada zaman gerombolan DI/TII tahun 1950-an.

Kekristenan Bugis Soppeng sejak awal terkait dengan jaringan keluarga. Hubungan keluarga dapat memajukan gereja, tetapi sebaliknya juga dapat merusaknya. Setiap pelayanan dalam komunitas masyarakat Bugis Soppeng ini harus memberi perhatian pada aspek hubungan-hubungan kekeluargaan itu. Dapat disimpulkan bahwa Kekristenan di kalangan orang Soppeng berakar kuat, namun terpencar dalam berbagai gereja. Dukungan wadah sosial seperti kerukunan warga Kristen Soppeng dapat menjadi jembatan untuk persaudaraan ganda sebagai sesaudara dalam identitas Soppeng dan dalam persaudaraan iman kepada Kristus.

3. Kesaksian dari Bawakaraeng

Kekristenan di kalangan orang Makassar/Gowa dihidupkan melalui pelayanan sosial, ekonomi dan pendidikan. Melemahnya gereja dalam pelayanan sosial melemahkan juga daya saingnya dalam masyarakat. Apakah masyarakat Kristen asal Makassar/Gowa seperti saudara-saudarinya dari Soppeng yang menghilang dari GKSS tetapi tetap eksis di gereja-gereja lain? Atau memang makin punah?

4. Masih gereja Bugis?

GKSS dimaksudkan oleh kalangan zending pada awalnya sebagai gereja dari dan untuk masyarakat Bugis-Makassar-Selayar. Tetapi pada kenyataannya telah berkembang menjadi gereja multi-etnis yang bhinneka tunggal ika. Jadi apa identitasnya? Kita menerima fakta sejarah sebagai jalan yang Tuhan kehendaki: gereja ini adalah gereja dari semua untuk semua, namun yang tetap sadar akan sejarah dan konteksnya sebagai gereja di tengah-tengah masyarakat Bugis-Makassar-Selayar. Dengan kata lain, perlu upaya-upaya pada satu fihak untuk mengembangkan pelayanan yang bersifat ekumenis, sesuai latar belakang warga, dan pada fihak lain mengakarkan mereka ke dalam visi dan komitmen bersama terhadap konteks sosial-kultural Sulawesi Selatan (dan Barat?)

5. Peringatan Peristiwa apa?

Peristiwa yang diperingati GKSS sebagai ulang tahun: 12 Juni tanggal pembentukan Sinode pada tahun 1966 di Makkio Baji, Makassar. Pada hal sebelumnya, pada tahun 1965 Bakal Gereja Bugis telah ditetapkan menjadi Gereja Kristen di Sulawesi Selatan dalam persidangan wakil-wakil jemaat di Watansoppeng tanggal 23-25 April 1965. Persidangan dihadiri wakil-wakil dari 6 jemaat dari daerah Soppeng; 8 jemaat dari daerah Malino; 2 jemaat dari Makassar, dan 3 jemaat dari Selayar dan sepakat membentuk gereja dengan pengurus dan tata gerejanya. Terpilih Pdt. N. Dg. Massikki sebagai Ketua Sinode.
Tanggal 19 Juni yang diperingati sebagai hari Pekabaran Injil adalah peristiwa berlabuhnya di pelabuhan Makassar kapal yang membawa tenaga zending, Ds. H. van den Brink, dari Gereformeerde Kerk untuk penginjilan di Sulawesi Selatan. Tetapi yang sebenarnya jauh lebih bermakna adalah peristiwa penerimaan Injil oleh orang Bugis sendiri. Tahun 1935 seorang bangsawan Bugis, Petta Lolo Marhabang, dibaptiskan di Soppengriaja; tgl 8 Februari 1938 Andi Kamba dibaptis di Barru oleh Ds. H. van den Brink. Atau yang lebih langsung terkait dengan Kekristenan Bugis adalah pembaptisan ke-3 “pencari kebenaran Injil”, La Galiti, La Mappe’, La Tasakka’, di gereja Indische Kerk (sekarang GPIB) Immanuel Makassar, pada tanggal 17 Februari 1940.
Bukan maksudnya supaya perayaan-perayaan yang sudah dibakukan itu diganti atau direvisi, melainkan supaya peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah GKSS diberi makna dan turut diperingati.

6. Pekabaran Injil?

Pekabaran Injil dalam GKSS tidak tepat lagi dilakukan dalam format masa lalu, melainkan meberdayakan setiap warga jemaat untuk bersikap misioner, yakni selalu terpanggil untuk menyatakan kebenaran Injil kepada orang lain dalam hidup masing-masing, melalui tutur kata mau pun perbuatan. Bagaimana pembinaan dilakukan untuk mencapai kualitas Kristen handal, seperti warga Muhdi Akbar dari Selayar, yang sekalipun berpindah-pindah agama tetap memegang “kebenaran” Muhdi Akbar? Bisakah pembinaan seperti ini dimulai di jemaat-jemaat tanpa “menunggu komando” dari pimpinan sinode?

7. 500 tahun Injil di Sulawesi Selatan.

Sejarah Kekristenan di kalangan orang Bugis sudah berlangsung sejak abad ke-16. Sejumlah-raja-raja Bugis di pesisir selamat Makassar, dari Parepare sampai Makassar (Bacukiki, Gowa, Siang, Suppa, Tallo) pernah mengenal agama Kristen, bahkan ada raja dan pangeran yang dibaptis oleh para paderi Katolik zaman Portugis. Kekristenan Katolik yang berlangsung lebih 100 tahun (1530-an – 1668) berakhir oleh peristiwa silariang seorang putri raja Suppa dengan kapiten kapal Portugis, dan kemudian juga oleh pilihan raja Gowa menerima Islam dan memaksakan pengislaman kerajaan-kerejaan lainnya (awal abad ke-17). Fihak VOC dan pemerintah kolonial Belanda mempertahankan Kerkistenan Protestan di Makassar, dan kemudian juga di Bonthain, Bulukumba dan Selayar. Yang patut dicatat adalah utusan Lembaga Alkitab Belanda, B.F. Matthes, yang berhasil menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Bugis dan Makassar, dan “menyelamatkan” banyak lontara sastra Bugis/Makassar, termasuk I Lagaligo. [Selengkapnya, cari “sejarah” atau "matthes" di blog ini.]

Sebelum masyarakat Bugis-Makassar dan Selayar pada abad ke-20 sudah berlangsung pekabaran Injil di kalangan suku-suku Toraja, mula-mula oleh Indische Kerk, lalu kemudian pada tahun 1913 Tana Toraja, Luwu, Rongkong dan Seko dilayani oleh badan zending Gereformeerde Zendingsbond (GZB). Dan sejak tahun 1928 Toraja Mamasa, Pitu Ulunna Salu, dan Kalumpang oleh Zending der Christelijke Gereformeerdekerken (ZCGK). Masing-masing berhasil membentuk GerejaToraja dan Gereja Toraja Mamasa pada tahun 1947. Gereja Toraja dan GTM akan memperingati 100 tahun masuknya Injil ke masing-masing wilayah, dengan puncak perayaan tahun 2013.

Sunday, June 17, 2012

Hasil Lomba/Tanding Porseni HUT GKSS (46) dan PI (79) Klasis Bulusaraung


Sejak Selasa, 12 Juni, setiap sore – malam, kompleks TC GKSS dipenuhi oleh banyak orang dari berbagai jemaat se klasis Bulusaraung.  Dalam rangka memperingati hari HUT GKSS yang ke 46 dan Hari PI ke 79, Komisi Keesaan dan Kesaksian (KEKES) Klasis Bulusaraung menyelenggarakan sebuah kegiatan porseni lingkup klasis Bulusaraung.  Kegiatan ini akan dan sedang berlangsung selama sepekan (12-19 Juni 2012). 
Beberapa cabang olahraga/seni yang di kompetisikan memiliki keasikan tersendiri yang memberi kehangatan antar jemaat dalam lingkup klasis Bulusaraung. 


Suasana semakin ramai dengan adanya tenda/warung kecil milik panitia Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Dasar (PKPD) Klasis Bulusaraung yang menyediakan berbagai makanan ringan sampai yang dapat mengganjal perut dan berbagai minuman dingin maupun hangat.  

Suasana Kios Panitia PKPD Klasis Bulusaraung


Kompetisi berjalan dengan sangat meriah dan penuh canda tawa.  Meski pelombaan maupun pertandingan dilakukan dengan serius, namun selalu saja ada tingkah yang mengundang gelitik para penonton dan supporter.  Menyenangkan bahwa aroma persaingan yang esktrim tidak ditemukan dalam sepekan ini.  Pada minggu, 17 Juni 2012 semua cabang seni dan olahraga telah diselesaikan, dua hari ke depan adalah seminar Pekabaran Injil (PI) dan ibadah penutupan (Lihat jadual dalam blog ini).

Berikut para pemenang porseni:


Paduan suara PW:
Juara I: Jemaat Damai Kariango
Juara II: Jemaat Oikumene Sudiang
Suasana Loma Vocal Group Kaum Bapak- Jem. Oikumene Sudiang
Juara III: Jemaat Bethel Sambueja


Vocal Group Pemuda:

Juara I: Jemaat Baji Pa’mai Maros
Juara II: Jemaat Damai Kariango
Juara III: Jemaat Mattiro Baji

Paduan Suara Kaum Bapak:

Juara I: Jemaat Baji Pamai Maros
Juara II: Jemaat Bethel Sambueja
Juara III: Jemaat Oikumene Sudiang

Solo Penghantar Jemaat:

Juara I: Pdt. Alex (Jemaat Benteng Gajah)
Juara II: Vic Anneke Urath (Jem. Kappang)
Juara III: Pdt. Yakob Pangala (Jem. Damai Kariango)

Jemaat Bethel Sambueja saat berhadapan dengan Mattiro Baji
Tarik Tambang:

Kategori Putra
Juara I: Jemaat Damai Kariango
Juara II: Jemaat Bethel Sambueja
Juara III: Jemaat Oikumene Sudiang

Kategori Putri
Juara I: Jemaat Oikumene Sudiang
Juara II: Jemaat Bethel Sambueja
Juara III: Jemaat Damai Kariango

Pukul Botol Pakai Terong:

Kategori Putra:

Juara I: Jemaat Mattiro Baji
Juara II: Jemaat Damai Kariango
Juara III: Jemaat Mattiro Baji

Kategori Putri:

Tim Volly Campuran Mattiro Baji
Juara I: Jemaat Bethel Sambueja
Juara II: Jemaat Bethel Sambueja
Juara III: Jemaat Oikumene Sudiang


Bola Volly Campuran

Juara I: Jem. Bethel Sambueja
Juara II: Jem. Damai Kariango
Juara III: Jem. Baji Pa’mai Maros

Sepak Takraw:
Juara I: Jem. Damai Kariango
Juara II: Jem. Bethel Sambueja

Juara III: Jem. Damai Kariango



Domino:
Juara I: Jem. Mattiro Baji
Juara II: Jem. Damai Kariango
Juara III: Jem. Oikumene Sudiang

Wednesday, June 13, 2012

Jadual Pekan HUT (46) dan Hari PI (79) GKSS, Klasis Bulusaraung


Waktu

Kegiatan

Tempat

Selasa, 12 Juni 2012

 

 

10:00-11:00

Pembukaan Acara: Ibadah Pembukaan

Jem. Imanuel Moncongloe

11:00-13:00

Peresmian Ged. Gereja Jem. Moncongloe

 

13:00-14:00

Makan Siang

Jem. Imanuel Moncongloe

19:00-selesai

Pertandingan Domino

Komp. TC GKSS Mandai

 

 

 

Rabu, 13 Juni 2012

 

 

14:30-18:00

Pertandingan Volly ball & Sepak Takraw

Komp. TC GKSS Mandai

19:00-selesai

Pertandingan Domino

 

 

 

 

Kamis, 14 Juni 2012

 

 

14:30-18:00

Pertandingan Volly ball & Sepak Takraw

Komp. TC GKSS Mandai

19:00-selesai

Lomba Paduan Suara Wanita

 

 

 

 

Jumat, 15 Juni 2012

 

 

14:30-18:00

Pertandingan Volly ball & Sepak Takraw

Komp. TC GKSS Mandai

19:00-selesai

Lomba Vocal Group Pemuda/i

 

 

 

 

Sabtu, 16 Juni 2012

 

 

09:00-11:00

Donor darah

Komp. TC GKSS Mandai

19:00-selesai

Lomba Vocal Group PKB

 

 

 

 

Minggu, 17 Juni 2012

 

 

14:30-18:00

Pertandingan tarik tambang & memukul botol

Komp. TC GKSS Mandai

19:00-selesai

Lomba Solo Penghantar Jemaat

 

 

 

 

Senin, 18 Juni 2012

 

 

14:30-18:00

Pertandingan tarik tambang & memukul botol

Komp. TC GKSS Mandai

18:00-19:00

Makan malam

 

19:00-22:00

Seminar PI

 

 

 

 

Selasa, 19 Juni 2012

 

 

16:00-17:30

Ibadah Penutupan dan Sambutan2

Komp. TC GKSS Mandai

17:30-18:00

Penyerahan hadiah

 

18:00-19:00

Makan malam

 

 

Pulang ke Jemaat masing-masing

 


Catatan:
Bagi Anggota Jemaat yang jauh (Kappang, Kaluku, Benteng Gajah, Moncongloe) panitia menyiapkan tempat penginapan di Kompleks TC GKSS