Friday, October 26, 2012

Tema Natal PGI & KWI 2012

Inilah Tema Natal PGI & KWI 2012:
"Allah Telah Mengasihi Kita (1 Yoh. 4:19)." 
Bagi gereja-gereja, lembaga-lembaga Kristen, dan Persekutuan Kristiani yang ingin menggunakan tema Natal ini, PGI dengan senang hati menyambutnya.


Sunday, October 14, 2012

Unta dapat masuk lobang jarum?



Sebuah diskusi menarik di facebook mengenai unta dan lobang jarum

Johannes Silentio: Bagaimana mungkin unta dapat masuk lubang jarum? Maka para ekseget berandai, mungkin penulis Markus 10:17 - 30 salah dengar, antara "kamilos" (Yunani: tali) menjadi "kamelos" (unta). Tapi metafora sama ditemukan dalam Qur'an (surah al-Araf QS 7:40). Apa ini juga akibat salah dengar dari "jumal" (Arab: tali) menjadi "jamal" (unta)? Atau keduanya mau menandaskan prinsip yang sama: hanya Allah Sang Pelantan yang tahu apakah kita sekadar beragama atau sungguh-sungguh menjalani hidup rohani. (Membaca Injil Minggu Biasa XXVIII B bersama Rm. Agustinus Gianto, SJ)
Bramantyo Prijosusilo Keduanya bersumber sama
Martin L Sinaga Betul, Saya bertemu dengan Abdel Haleem, penerjemah Quran, dan menurt beliau terjemahan persisnya ialah tali...
Martin L Sinaga persisnya kata Haleem dalam Quran edisi Oxford thn 2004, "thick rope", bagaimanakah tali tebal masuk lobang jarum...lebih indah dari unta, bukan?
Made Supriatma Trims, Mas Tris. Saya baru tahu kalok Jamal itu artinya Onta.
Johannes Silentio Martin L Sinaga mungkin lebih elok, tapi mengurangi kesan shock therapy metafora itu...
Bramantyo Prijosusilo Metafora yang sama dikulak rungonkan lewat gurun dan padang, disinari matahari dan bintang, jadi berbayang berupa-rupa ... tapi sama
Martin L Sinaga Kayaknya Yesus memang tidak bicara seperti koan Zen -sebab nalar Jahudinya yang materialistis tak bisa ia buang...
Johannes Silentio Martin L Sinaga atau kita, orang modern ini, tak mampu menyelami metafora kuno yang suka menjungkirbalikkan rasionalitas?
Bramantyo Prijosusilo Keqnya Yesus bukan Yahudi deh, dia orang Jawa. Keq Muhammad, juga orang Jawa mangkanya nggak boleh digambar ...
Alexander Surya Agung kalau singa masuk lubang kecil bisa mas, di film MADAGASCAR 3 he..he..
Bramantyo Prijosusilo Werkudara mangsuk kupingnya Dewa Ruci juga bisa padahal dia segede gunung Dewa Ruci bisa berdiri di telapak tangannya.
Arya Darmaputra Kalau Jamaluddin artinya untanya Uddin?
Johannes Silentio Bramantyo Prijosusilo wong Jawa emang topppp smile *colek Martin L Sinaga yang Batak smile
Ekaputra Tupamahu Dalam Babylonian Talmud, ada pernyataan yg sejajar: "... seekor gajah masuk lewat lubang jarum." Metafora hewan melewati lubang jarum kelihatannya adalah sesuatu yg umum dalam budaya Yahudi. Satu lagi, bacaan kamelon (unta) punya dukungan manuskrip lebih kuat daripada kamilon (tali).
Johannes Silentio Ekaputra Tupamahu terima kasih untuk infonya. Kita mungkin perlu belajar mendengar metafora klasik apa adanya, dan merasa kejutannya, tanpa harus bersusah payah mengeditnya sesuai rasionalitas kita...
Ekaputra Tupamahu Oh iya, kebingungan antara unta/tali sebenarnya bisa juga dijelaskan dengan akar bahasa Aramnya. Dalam bahasa Aram, kata "gamla" bisa berarti tali atau unta. Kata ini sama mungkin karena tali pada waktu itu dibuat dari rambutnya unta.
Manda Andrian lalu yang sungguh2 menjalani hidup beragama yang seperti apa cheri wink ?
Johannes Silentio Manda Andrian yang untanya bisa masuk lubang jarum... smile
Manda Andrian hahahaha grin
Zakaria Ngelow Bung Johannes Silentio, selama ini penjelasan standar kepada warga jemaat adalah: yang dimaksud dengan "lubang jarum" dalam percakapan Yesus dengan si orang kaya itu adalah pintu gerbang (belakang?) kota Yerusalem yang kecil/sempit, sehingga para musafir yang membawa unta memang sulit sekali menarik untanya masuk ke pintu yang kecil/sempit itu -- yang tetap dibuka malam hari, ketika pintu gerbang besar ditutup.
Johannes Silentio Bung Zakaria Ngelow, semoga lain kali penjelasannya lebih kreatif :))
Malja Abrar Yg "kamelos" pakai logika Dionisian. Yg "kamilos" pakai logika Apollonian. smile
Bramantyo Prijosusilo Yang jelas, metapora dari jaman ora enak, wektu menungsha mingsih gumun dengan jarum.
Halomoan Manro Siburian yang sekadar beragama maksudnya bagaimana ya?
Johannes Silentio Halomoan Manro Siburian orang yang sekadar beragama adalah orang yang, walau sudah dibilang tak mungkin, masih tetap memaksa untanya masuk lubang jarum... smile
Dina Ackermann Bung Zakaria Ngelow, saya pernah mendengar seorang pastor juga berkata hal yang sama. Unta hanya akan bisa melewati ''lubang jarum'' itu, bila Si Unta meninggalkan seluruh barang/harta bawaannya (kiri dan kanan). Artinya Orang kaya akan sulit sekali masuk Syurga bila hatinya terikat dengan harga dunia. Hanya bisa bersama Tuhan di syurga, jika tidak menjadikan harta sebagai Prioritas (tamak akan harta).
Theodora Magdalena Lubang jarum ("eye of the needle") memang spt yg dibilang Zakaria Ngelow. QUoted from Wiki: "eye of a needle" has been claimed to be a gate in Jerusalem, which opened after the main gate was closed at night. A camel could only pass through this smaller gate if it was stooped and had its baggage removed."
Ekaputra Tupamahu Ide bahwa ada gerbang kecil di Yerusalem yg bernama lubang jarum itu kemungkinan besar datang dari Anselmus yg hidup sekitar tahun 1033-1109. Tidak ada bukti arkeologis maupun teks2 kuno yg mendukung pandangan ini.
Zakaria Ngelow Terima kasih kawan-kawan: Bung JS meminta penjelasan yang lebih kreatif? Bukan, melainkan penjelasan yang benar atau mendekati kebenaran maksud teks itu. Kita perlu penjelasan, misalnya mengapa ungkapan seperti itu muncul dalam suatu kebudayaan -- yang untuk kasus ini tidak hanya di kalangan Yahudi, tetapi juga (kemudian?) Arab dan sebelumnya di Babilonia (gajah, bukan unta). Kalau benar, seperti yang ET katakan, bahwa penjelasan Lobang Jarum adalah nama suatu gerbang di Yerusalem dari St. Anselmus (tq ET), seribu tahun kemudian, tak apa asal memberi penjelasan yang masuk akal, bukan sekadar yang creatif (dikreasi alias dibuat-buat supaya hebat!). Penjelasan "yang kurang kreatif" itu justru bunyi di telinga warga jemaat, bahwa orang kaya bukannya tak mungkin melalinkan sukar sekali (tq info tambahan DA dan ThM). Maka tugas para pakar terkait untuk menjelaskan ungkapan seperti ini. Yesus selalu memakai pengandaian dari kehidupan yang nyata, tidak absurd --sekiranya Lobang Jarum bukan nama atau sebutan untuk suatu pintu sempit itu. Have a nice day all.
Johannes Silentio Terima kasih untuk semua komentar dan info menarik yang diberikan, sehingga Zakaria Ngelow makin "kreatif" di dalam menjelaskan...hehehe. Kata "kreatif" di situ bukan berarti "dibuat-buat", tetapi berangkat dari teks yang ada (tanpa harus menyuntingnya sesuai rasionalitas modern ala ekseget yang saya kutip), membuka pemaknaan baru. Misalnya, Rm Gianto mengaitkan soal itu dengan soal bahwa hanya Allah Sang Pelantan (istilah bagus yang saya pelajari dari Djohan Effendi) yang tahu apakah seseorang (dalam cerita Yesus adalah orang kaya) memang sungguh-sungguh mau menghidupi jalan rohani, atau sekadar ikut aturan keagamaan. Saya kira, pesan Qur'an soal "lubang jarum" juga sama.

Pdt. Agus Santoso, ahli biblika, dosen di STT Cipanas, memberi catatan berikut:

Saya mau komentari pandangan yang selama ini beredar di masyarakat, yaitu tentang "lubang jarum" yang dipercayai sebagai pintu kecil di pintu gerbang Yerusalem. Menurut saya, pandangan ini sangat muda, karena baru muncul pada abad ke-10. Itu pun muncul tidak di Israel. Waktu saya penelitian arkeologi di Yerusalem beberapa kali, istilah "lubang jarum" bagi pintu itu sama sekali tidak dikenal di kalangan orang Yahudi, baik dulu (melalui artefak-artefak) maupun sampai saat ini. Pandangan ini hanya beredar di sekitar para "pilgrim" yang "naik haji" ke sana, sambil dibohongi oleh para pemandu wisata. Pandangan yang lebih realistis bisa didapatkan dari studi etimologi bahasa Aram Barat untuk kata "gamla" (karena kan Yesus berbicara dalam bahasa Aramik). Kata "gamla" memang dapat diartikan sebagai "onta" namun dapat juga diartikan "tali". Yang menjadi persoalan adalah penulis Injil menerjemahkan kata-kata Yesus ini dengan "kamelos" (onta) dan bukan "kamilos" (tali). Secara kritik teks, teks yang berbunyi "kamelos" memang asli, karena tidak ada teks-teks turunan yang lain maupun terjemahannya yang menulis "kamilos" atau "tali". Jadi menurut saya, teks yang berbunyi "kamelos" adalah asli. Sehingga jawaban atas persoalan itu begini:
1. Penulis Injil memang salah menerjemahkan kata "gamla" dari Yesus, karena yang dimaksud oleh Yesus adalah "tali".
2. Memang yang dimaksud Yesus dengan "gamla" adalah onta. karena ada juga peribahasa yang sama di wilayah bahasa semit seperti "gajah masuk lobang jarum".
Dari dua jawaban tadi saya lebih kepada yang pertama. Mungkin yang dimaksud "gamla" oleh Yesus adalah tali, karena peribahasa ini akan jalan kalau dipakai dengan "tali". Juga mengingat dalam akar bahasa semit yang menunjukkan kata onta dan tali memiliki akar kata yang sama, maka pantaslah kalau seringkali terjadi pergantian antara kedua kata tersebut.
Ini pak pendapat saya.

***