Showing posts with label perayaan. Show all posts
Showing posts with label perayaan. Show all posts

Thursday, March 14, 2013

Pesan Paskah PGI 2013



Christ of St. John of the Cross (Salvador Dali, 1951)
PESAN PASKAH
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA
TAHUN  2013
“Kristus, Yang sulung dari segala yang diciptakan”
(bdk. Kolose 1:18)


Umat Kristiani Indonesia yang dikasihi oleh Yesus Kristus,
Salam Sejahtera,

1.   Ketika bangsa kita masih tetap bergumul dengan berbagai persoalan, baik bencana alam maupun bencana-bencana sosial, berita Paskah kembali datang menyapa kita. Paskah adalah, ketika Allah memberikan pengharapan di tengah keputusasaan, optimisme di tengah pesimisme, pembebasan di tengah perbudakan dosa, kehidupan di tengah kematian. “Allah telah mendamaikan diri-Nya dengan manusia, dan dengan seluruh ciptaan-Nya”, adalah berita Paskah paling kuat, ketika budaya konflik dan peperangan di antara sesama, dan pencemaran terhadap alam masih tetap dianut dan dipraktekkan secara luas oleh masyarakat kita. Bahwa Allah membangkitkan Yesus dari kematian adalah pengesyahan Allah terhadap kehidupan, yaitu betapa berharganya kehidupan, dan  karena itu tidak boleh disia-siakan.

2.  Kebangkitan Kristus menciptakan hubungan baru antara Allah dengan manusia dan dengan seluruh ciptaan-Nya. Kristus adalah Pusat hubungan baru itu. Ia bahkan disebut sebagai Yang sulung dari seluruh ciptaan, sebagaimana dikatakan dalam Kolose 1:18: “Ialah kepala Tubuh, yaitu Jemaat. Ialah Yang sulung, Yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.” Itu tidak berarti, Kristus Yang bangkit itu identik dengan seluruh makhluk ciptaan, kendati di dalam kebebasan dan kedaulatan-Nya Ia bisa saja menyamakan diri dengan makhluk ciptaan tersebut. Justru itulah makna mendalam dari inkarnasi, ketika Allah memilih menjadi manusia. “Sulung” (Yn.: prototokos) adalah penegasan bahwa Kristus adalah “Yang Sulung Itu Sendiri”. Sebagai demikian, “di dalam Dia-lah telah diciptakan segala sesuatu”(ay.16), yang juga berarti, Ia berkuasa atas segenap ciptaan. Bahwa Ia “Yang pertama bangkit dari antara orang mati”, semakin menegaskan keutamaan Kristus, sekaligus menjadi dasar pemahaman dan keyakinan akan kebangkitan orang mati. Kalau Kristus adalah Yang sulung dari segala ciptaan, maka “jemaat” adalah tipe awal (prototype) dari kemanusiaan baru yang sudah diperbaharui oleh Kebangkitan. Sebagai demikian, jemaat berkewajiban meneruskan amanat kehidupan ini kepada segala makhluk. Ini melahirkan pengharapan akan makna hidup baik di masa kini, maupun nanti.

3.      Dalam Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI), 25-28 Januari 2013 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, gereja-gereja kembali menyatakan keprihatinan mendalam terhadap makin terganggunya keutuhan ciptaan di bumi Indonesia. Hal itu terlihat misalnya dalam hal makin masifnya perusakan dan kerusakan lingkungan yang di dalamnya kita tinggal. Pertikaian seputar kepemilikan tanah dan akses terhadap sumber daya alam yang makin kritis memperlihatkan bahwa kita memang sedang terancam oleh berbagai kekuatan global (global force): persoalan demografi, sumber daya alam,   globalisasi dan perubahan iklim.

4. Dalam keadaan seperti ini, gereja sebagai tipe awal kemanusiaan baru dipanggil untuk memahami secara baru makna pemberian mandat, “Berkuasalah, penuhilah… taklukkanlah” (Kej.1:28), bukan sebagai akta eksploitasi terhadap alam ciptaan-Nya, tetapi justru sebagai jurukunci yang setia memelihara dan mengelolanya secara bertanggungjawab. Peristiwa Paskah itulah justru yang memberikan harapan dan semangat baru melalui pendamaian dan rekonsiliasi sejati yang diprakarsai Allah ke atas manusia dan seluruh makhluk ciptaan-Nya. Alhasil, penebusan, tidak saja mendamaikan manusia dengan pencipta-Nya, tetapi juga mendamaikan manusia dengan seluruh ciptaan Allah.

Atas dasar keyakinan ini, dalam rangka menyambut dan menghayati Paskah 2013, dengan rasa sukacita dan ucapan syukur, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia mengajak semua umat Kristiani untuk semakin mengejawantahkan harapan dan semangat baru itu, bahwa  “penebusan Kristus mendamaikan manusia dengan Allah dan seluruh Ciptaan-Nya”,  melalui hal-hal berikut ini:

a.    Perayaan Paskah hendaknya mendorong gereja mengkaji dan mendalami ulang segi-segi teologi dari mandat pemeliharaan dan pengelolaan ciptaan Allah serta mengimplementasikannya dalam berbagai aspek pelayanan gerejawi: liturgi, pengajaran dan pemberitaan firman Tuhan. 
b.   Perayaan Paskah hendaknya menjadi momentum bagi gereja-gereja untuk semakin mempererat persekutuan dalam arak-arakan gerakan oikoumenis lintas-denominasi agar fungsi gereja sebagai garam dan terang dapat diimpelentasikan secara optimal di tengah-tengah situasi yang ada. Khususnya, kiranya Semangat Paskah mendorong gereja berkontribusi aktif dan semakin giat dalam upaya-upaya pelestarian lingkungan,  menjadikan gereja sebagai gereja yang ramah dan sahabat bagi alam, serta membina warganya untuk peka dan peduli terhadap lingkungan hidup.
c. Perayaan Paskah hendaknya mampu mendorong gereja untuk lebih mewujudkan keberpihakan kepada perjuangan penegakkan hak-hak masyarakat khususnya di tengah-tengah konflik Agrararia dan Sumber Daya Alam. Perjuangan ini merupakan pondasi spirit gerakan oikoumenis, yang di dalamnya kita secara bersama terus berjuang untuk mengusahakan bumi sebagai rumah (oikos) yang semakin layak untuk dihuni (menein).

Pesan Paskah ini, kami akhiri dengan menggarisbawahi firman Allah melalui Kidung Pemazmur yang menyatakan kemuliaan Allah dalam segenap pekerjaan tangan-Nya. Ini mengingatkan kepada kita, bahwa kitalah tangan-tangan Allah untuk mewujudkan kemuliaan-Nya di tengah seluruh ciptaan:

“Langit menceritakan kemuliaan Allah,
dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya” 
(Mazmur 19:2)


Jakarta, Akhir Februari 2013
Atas nama,
MAJELIS PEKERJA HARIAN
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA



                                                                      
Pdt. Dr. A.A. Yewangoe                                                               Pdt. Gomar Gultom
Ketua Umum                                                                                  Sekretaris Umum
         


Friday, February 15, 2013

100 TAHUN INJIL MASUK TORAJA




JADWAL KEGIATAN IBADAH SYUKUR DAN PERAYAAN
100 TAHUN INJIL MASUK TORAJA



JULI 2012:
Seminar Toraya Ma’kombongan di Makale
Pekan Spiritualitas Gereja Toraja.
Mulai menyosialisasikan Tema-Subtema dan kegiatan Ibadah Syukur dan Perayaan 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA

AGUSTUS – NOPEMBER 2012
a. Sosialisasi Tema dan kegiatan ibadah syukur 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA
b. Pembentukan panitia di Klasis, Jemaat, Wilayah, Kota-kota (IKAT/KKT/PMTI).
c. Perencanaan kegiatan-kegiatan

DESEMBER 2012
a. Perayaan Natal bernuansa 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA. Persembahan khusus untuk menunjang kepanitiaan dan Pekabaran Injil.
b. Sosialisasi ke Klasis dan wilayah-wilayah/IKAT/KKT/PMTI.
c. Pembentukan panitia lokal

JANUARI – MARET 2013
a. Sosialisasi perayaan ke Klasis, Jemaat, Gereja-gereja, dan Wilayah(IKT)
b. Pembentukan Panitia local/jemaat
c. Persiapan pelaksanaan Ibadah Raya I di Makale (Maret 2013).
d. Persiapan perayaan-perayaan di Klasis, Jemaat, Wilayah, Kota-kota, provinsi.
e. Renungan-renungan pemeriksaan batin dan pembaruan spiritualitas (cencura morum) dalam ibadah-ibadah hari minggu, kebaktian rumah tangga/keluarga, retret dan pembinaan-pembinaan.

16 – 23 MARET 2013
a. 16 Maret 2013: IBADAH RAYA I DI MAKALE. Penyalaan OBOR 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA oleh wakil-wakil dari: GZB, GPI, GMIM, GMIST, GMIT, GPM, GURU-GURU, PENDETA, DOKTER. (Obor sebagai simbol Terang Kehidupan mulai bercahaya di Toraja).
b. 17 Maret 2013: Ibadah hari Minggu sekaligus sebagai ibadah syukur, juga sekaligus serempak dilakukan di setiap Gereja/Jemaat. Terang mulai memancarkan sinarnya ke berbagai wilayah dan penjuru. Wakil-wakil Klasis, dan Panitia Wilayah (regional) mengambil terang dari Obor 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA untuk dibawa ke klasis dan wilayah masing-masing.
c. Setiap Ibadah Syukur di Wilayah/Klasis/Jemaat/Kota dimulai dengan menyalakan obor Injil.
d. 18–23 Maret 2013: Kegiatan syukuran berupa berbagai atraksi budaya dan seni di Makale.

24 MARET – 30 JUNI 2013
a. Ibadah syukur 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA di Jemaat-jemaat/klasis/wilayah/ kota. Setiap perayaan ibadah syukur, diawali dengan penyalaan obor 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA. Dapat juga ibadah syukur 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA tersebut dirangkaikan dengan kegiatan-kegiatan pesta panen atau penahbisan gedung gereja. Kegiatan akan dikoordinasikan dengan panitia klasis. Jika dalam perayaan akan mengundang panitia nasional (pusat) dan atau BPS, kiranya dikoordinasikan jauh sebelumnya untuk pengaturan waktu.
b. Pengumpulan persembahan syukur dari seluruh masyarakat Toraja di mana saja berada yang dimulai pada ibadah minggu tanggal 17 Maret 2013 sampai tanggal 26 Juli 2013 dalam ibadah raya II. Persembahan ini disebut persembahan serba 100 (100 ribu, 5 X 100 ribu, 10 X 100ribu, 100 X 100ribu, 100 juta, dll), atau dapat juga dalam bentuk natura seperti 100 kg beras, 100 butir telur, 1 ekor babi, 1 ekor kerbau, dll di seluruh tempat ibadah. Persembahan serba 100 ini bersama dengan persembahan/kolekte pada setiap ibadah khusus, akan diserahkan ke panitia nasional melalui rekening khusus Bank Mandiri Rekening No.152.00.12 65 680-3 a.n. Panitia Gerakan 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA. Persembahan dapat disetor langsung melalui rekening dan bukti setoran dapat dimasukkan ke pundi khusus yang disediakan atau difax atau email ke Panitia Nasional.
c. Dana persembahan serba 100 yang terkumpul akan digunanakan antara lain untuk:
i. Mengembangkan pendidikan (sarana pendidikan, pelatihan/penataran guru, dosen, pendeta, dokter/perawat, pemberian beasiswa);
ii. Menunjang biaya Pekabaran Injil ke daerah terpencil/pedesaan.
iii. Meningkatkan jaminan pensiun para pekerja gereja
iv. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan (rumah sakit, tenaga medis dan para medis), pengadaan alat-alat kesehatan yang memadai.
v. Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan keterampilan, dll.
vi. Kepedulian terhadap lingkungan hidup sekaligus menunjang Toraja sebagai daerah tujuan wisata.
d. Kegiatan lomba seni dan budaya di Jemaat, Kota dan Klasis. Kegiatan diatur oleh panitia Klasis, wilayah, kota, jemaat, IKAT, KKT, PMTI (Jenis kegiatan lomba – lihat lampiran).
e. Kegiatan Gerakan PI oleh Jemaat/wilayah dan OIG ke daerah-daerah PI. Kegiatan dikoordinasikan oleh Panitia Nasional bekerja sama BPWG-PI. Setiap klasis/jemaat akan mengirim tenaga PI (pendeta atau penatua/diaken atau warga jemaat yang berminat) untuk melaksanakan program PI ke daerah PI/pedesaan. Semua biaya akan ditanggung oleh Jemaat/klasis pengutus atau pribadi. Lokasi PI akan ditentukan oleh seksi PI. Waktu pelaksanaan bulan April - Juni. Lamanya di lapangan antara 2–3 minggu. Kegiatan PI dirangkaikan dengan pelayanan kesehatan, pembinaan dan penyuluhan, dan aksi-aksi sosial lainnya.
f. Pengembangan SDM melalui Seminar dan pelatihan-pelatihan para guru, pendeta, pengembangan ekonomi, dokter, paramedis, dll. Kegiatan dilaksanakan di jemaat, klasis, wilayah sesuai kemungkinannya dan secara nasional. Jadwal akan diatur kemudian tersendiri oleh seksi yang menanganinya.
g. Kebaktian-kebaktian Penyegaran Iman, diatur oleh masing-masing Panitia Wilayah, Panitia Klasis, dan Panitia Nasional.

1 – 11 JULI 2013 NAPAK TILAS PERJALANAN PENGINJILAN ANTONIE ARIS VAN DE LOOSDRECHT

RUTE PERJALANAN DIATUR SEBAGAI BERIKUT:
Napak tilas dimulai tanggal 1 Juli dan berakhir tanggal 11 Juli 2013

Kelompok I:
Makassar-Balikpapan-Donggala.
Donggala-Mangkutana
Mangkutana-Malili
Malili-Palopo-Toraja
Kelompok II:
Rantepao-Palopo-Sabbang-Kanandede-Limbong-Seko- Baruppu'-Tondoklitak-Rantepao. Jika medan Seko – Baruppu’ terlalu berat, maka bisa kembali dari Seko ke Sabbang melalui Seko padang dan Seko lemo).
Kelompok III:
Makale-Buakayu-Rano-Simbuang-Bittuang-Makale

Kelompok IV:
Rantepao-Tondon Nanggala-Balusu-Sa'dan-Bori'

12-26 JULI 2013: IBADAH RAYA II DI RANTEPAO

Kegiatan selama ini akan diisi dengan:
a. Lomba seni dan budaya dari berbagai klasis/wilayah (lokasi: Makale dan Rantepao)
b. Pertemuan raya PMTI, IKT, Pemda dan pimpinan gereja dengan tema “Bersama-sama Membangun Toraja”.
c. Konsultasi Pekabaran Injil (22–24 Juli 2013 ).
d. Pameran-pameran
e. Aksi-aksi sosial (lingkungan hidup/kesehatan/pendidikan/pemberdayaan ekonomi dll).
f. Karnaval/Pagelaran/atraksi seni dan budaya dari berbagai wilayah/daerah di Indonesia. Atraksi tersebut bertemakan Pengucapan Syukur Injil Masuk Toraja yang dapat dikemas dalam bentuk seni dan budaya.
Kegiatan atraksi tersebut dijadwalkan untuk setiap wilayah/daerah sebagai berikut:

1. 12 Juli – Ibadah Pembukaan IBADAH RAYA II: Didahului Parade Kategorial (Anak-anak, Pemuda, Perempuan, dan Kaum Bapak) dan penyalaan kembali Obor 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA (semua obor yang sudah beredar di klasis/kota/wilayah [IKAT/IKT/KKT/PMTI] disulutkan pada obor besar yang telah disediakan).
2. 13 Juli – Luwu Raya
3. 14 Juli – Ibadah Minggu
4. 15 Juli – Wilayah Tana Toraja
5. 16 Juli – Wilayah Toraja Utara
6. 17 Juli – Katolik, Kibaid, PGPI, Advent, dan semua gereja/denominasi lainnya.
7. 18 Juli – Wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara.
8. 19 Juli – Makasar dsk., Parepare dsk., Sulawesi Barat dsk., Bone dsk.
9. 20 Juli – Kalimantan, Maluku, NTT, NTB.
10. 21 Ibadah hari Minggu
11. 22 Juli – Pulau Jawa, Batam, Kualalumpur/Malaysia, Sumatera, Bali dsk.
12. 23 Juli – Papua dan Papua Barat
13. 24 Juli – Pertemuan Raya PMTI/KKT/IKT/IKAT se-Indonesia, Pemda Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu, Pimpinan-pimpinan Gereja, Tokoh Masyarakat Toraja, tema: “Bersama Membangun Toraja”.
14. 25 Juli - GZB, GPIL, GTM, GKSS.
15. 26 Juli – Ibadah Raya II
a. IBADAH SYUKUR akan dihadiri oleh semua jemaat, klasis, IKAT/KKT/PMTI, gereja-gereja tetangga, pendeta-pendeta, dokter-dokter dan paramedis, guru-guru/pendidik, undangan dalam dan luar negeri.
b. Deklarasi Komitmen Membangun Toraja dan mempersiapkan 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA berikutnya.
c. Pemadaman Obor 100 Tahun Injil Masuk Toraja - sekaligus Peresmian Monumen 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA.

AGUSTUS – NOVEMBER 2013:
Perampungan kegiatan-kegiatan perayaan

13 NOVEMBER 2013:
Ibadah Syukur Pasca-Ibadah Syukur dan Perayaan 100 Tahun Injil Masuk Toraja, Pembubaran Panitia dan Deklarasi-Pencanangan Gerakan Membangun Toraja 100 Tahun berikutnya, antara lain menyangkut:
1. Gerakan peningkatan SDM melalui Sudi lanjut S2 dan S3 pendeta, guru, dokter dan para medis; pemberdayaan calon pemimpin masa depan, nasional, internasional.
2. Pelayanan PI berkelanjutan
3. Gerakan penghijauan, pelestarian lingkungan hidup, pengembangan ekonomi pertanian, perikanan, peternakan, perindustrian, dll.
4. Transformasi budaya Toraja untuk siap masuk era globalisasi.

Sunday, January 13, 2013

Natal Pemuda Mattirobaji

Perayaan Natal Persekutuan Pemuda dan Remaja GKSS Jemaat Mattirobaji diselenggarakan pada tanggal 23 Desember 2012, dengan subtema: "Mewujudnyatakan Kasih Melalui Sisi Aksi dan Refleksi". Natal ini diisi dengan refleksi dalam bentuk film pendek berjudul Cinta di Ruang Kecil yang digarap oleh para pemuda/remaja jemaat.

Thursday, December 13, 2012

Natal Jemaat Mattirobaji 17 Des 2012


Jemaat GKSS Mattirobaji merayakan Natal pada 17 Desember 2012 di gedung gereja Kompleks TC GKSS, Jl. Arung Sanrego. Sebagaimana setiap tahun, Natal dilangsungkan lebih awal karena kebanyakan warga jemaat pulang kampung (Soppeng, Todaja, Selayar, dll) merayakan Natal dan Tahun Baru. Natal diselenggarakan sesuai tema Natal Nasional: "Allah telah Mengasihi Kita" (1Yo 4: 19). Subtema: "Menjalin Harmonisasi dalam Pelayanan dan Pro-aktif Mendorong Pertumbuhan Jemaat".


Tuesday, June 12, 2012

Gereja Imanuel Moncongloe


Dengan perkenan Tuhan maka pada tanggal 12 Juni 2012 diberkati pemakaian gedung gereja GKSS Jemaat Imanuel Moncongloe dalam suatu kebaktian perayaan. Kebaktian didpimpin bersama oleh Pdt. Alex Siampa (Pengehntar Jemaat) dan Pdt. E. Maays Baura (Ketua Sinode GKSS).

Upacara dirangkaikan dengan pekan perayaan Hari Ulang Tahun ke-46 GKSS (12 Juni 1966-2012); dan Hari Pekabaran Injil ke-79 GKSS (19 Juni 1933-2012).
Jemaat yang terletak jauh terpencil di wilayah Kabupaten Gowa ini dicapai melalui jalan dari Batang Ase (Kab Maros) melalui Kompleks militer Kariango. Ada pula jalan tembus dari Perumahan BTP Makassar.

Jemaat ini berasal dari pembinaan rohani para tahanan politik (Tapol) yang mulai pada tahun 1968. Pada tahun 1969 atas swadaya masyarakat dan TNI dibangun gedung darurat untuk tempat beribadah bersama pada hari Minggu. Atas kerjasama dengan POMDAM dan GKSS maka sejak tahun 1977 daerah Moncongloe dan sekitarnya menjadi pos Pekabaran Injil GKSS. Terutama orang mengingat kesetiaan almarhuman Pdt. Mintje Montolalu dalam pelayanan para tapol masa itu. Setelah kompleks tapol dibubarkan maka sejumlah warga Kristen menetap di Moncongloe dan keluarganya datang bergabung.


Kemudian pada tahun 1980-an  dusun Moncongloe dijadikan lokasi pemeliharaan ternak Babi. Sejumlah orang Kristen asal Toraja Mamasa sebagai karyawan bergabung sebagai warga jemaat.
Pada tahun 1994 jemaat Moncongloe ditetapkan oleh persidangan Sinode XI GKSS menjadi Jemaat GKSS. Jemaat juga mulai berusaha membangun gedung gereja permanen tetapi belum berhasil. Karena adanya bencana angin yang merobohkan pohon jati dan menimpa gedung gereja darurat, maka atas desakan pemuka masyarakat setempat maka suatu upaya renovasi lebih serius dilakukan. Pada tanggal 18 September 2008 berlangsung peletakan batu pertama. Atas kerja serius warga jemaat dengan penghentar jemaatnya, maka gedung gereja dapat diselesaikan. Sumbangan diperoleh dari para donatur dari berbagai tempat, termasuk beberapa pengusaha warga Tionghoa,dan bebeberapa lembaga.
Jemaat ini terdiri atas 26 KK dipimpin oleh penghantar jemaat Pdt. Ir. Alex Siampa, S.Th., bersama para anggota Majelis Jemaatnya: Pnt. Bongga Lele (Ketua); Dkn. Natan Minggu (Sekretaris); Pnt. Duma (Bendahara); dan Dkn. Daniel Tayan (Anggota).
Selamat. Tuhan berkati.

Saturday, April 7, 2012

Paskah Mattiro Baji 2012

Bersiap melayani Perjamuan Kudus
GKSS Jemaat Mattiro Baji merayakan rangkaian peringatan Sengsara dan Kabangkitan Yesus Kristus melalui acara Kebaktian Perjamuan Kudus pada Hari Jumat Agung (Peringatan Sengsara dan Kematian Yesus Kristus di kayu salib), sharing spiritualitas salib pada Sabtu sore, dirangkai dengan lomba menyanyikan nyanyian gerejawi. Pada hari Minggu subuh acara jalan santai di lingkungan sekitar kompleks gereja, dan kemudian kebaktian perayaan Paska, kebangkitan Yesus Kristus. Beberapa foto di halaman ini memperlihatkan beberapa kegiatan itu.
Ibu-ibu memasak untuk semua

Anak-anak makan dengan gembira




Jalan santai menyambut Paskah


Rombongan jemaat berjalan di samping jalan Bandara

3 ibu nampang sejenak

Mengundi pemenang
Para juara menerima hadiah

Dan semua gembira

Thursday, January 12, 2012

23 tahun Jemaat Mattiro Baji

Sykuri dan rayakan ulang tahun ke-23 GKSS Jemaat Mattiro Baji, 15 Januari 1989 - 15 Januari 2012 [dirangkaikan dengan peresmian perluasan konsistori] dalam Kebaktian Hari Minggu, 15 Januari 2012, jam 09.00 di gedung gereja Mattiro Baji, Kompleks TC GKSS.

Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! (Mzr 100:4)