Salam Sejahtera.
Di tengah sukacita kebangkitan Kristus, kami informasikan penyelenggaraan Kursus Dasar Pelayanan Gereja (KDPG). Kursus ini merupakan program kerjasama empat lembaga, yakni GKSS, POUK Dirgantara, Yayasan Oase Intim dan Yayasan Pelayanan Holistik Allamahaba (YPHA). Kursus ini lahir dari adanya pergumulan dan kebutuhan dalam beberapa jemaat mengenai pelayanan gereja. Di beberapa jemaat masih banyak anggota majelis jemaat yang masih perlu meningkatkan pemahaman dan keterampilan mengenai tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan gereja.
Tujuan:
Kursus Dasar Pelayanan Gereja bertujuan untuk memberikan dasar-dasar pemahaman dan keterampilan pelayanan jemaat, khususnya dalam pelayanan firman, pelayanan pastoral, organisasi dan administrasi gereja.
Peserta:
Sekalipun materinya menyangkut tugas-tugas pelayanan gereja, kursus ini terbuka juga bagi warga gereja yang bukan penatua atau diaken/syamas. Dan terkait lokasi pelaksanaan, maka kursus ini ditawarkan kepada pelayan dan warga jemaat di sekitar bandara Mandai dan Maros, yakni jemaat-jemaat POUK Dirgantara (Rio-riita, Lahairoi, Kanaan), GKSS Klasis Bulusaraung, Gereja Toraja Mamasa, dan gereja-gereja lainnya, anggota PGIW Sulselbara.
Pelaksanaan:
KDPG akan diselenggarakan pada bulan Mei - Juli 2013) dua kali seminggu:
Jumat (17.00 – 20.30) dan Sabtu (08.00 – 12.30).
Tempat penyelenggaraan: Pendopo YPHA, Jln. Arung Sanrego No 04 KM 19 Mandai. Kegiatan akan dimulai pada Jumat, 10 Mei 2013.
Pendaftaran:
Silahkan mendaftarkan diri langsung atau melalui telepon/sms kepada kepada tim kerja; Pdt. Armin Sukri (Hp 081343597494) atau Jenifer Ladja (Hp 085242166405).
Kontribusi:
Bagian besar pembiayaan ditanggung oleh penyelenggara. Peserta hanya membayar kontribusi sebesar Rp. 250.000.- untuk fotocopy bahan pelajaran, snack dan makan siang pada hari Sabtu. Bagi peserta yang membutuhkan penginapan pada hari Jumat malam disediakan penginapan di kompleks YPHA.
Demikian informasi dan sekaligus undangan kami. Atas perhatian dan partispasi Ibu/Bapak/Sdr(i) kami ucapkan terima kasih. Tuhan Memberkati.
Teriring Salam dan Doa,
Tim Kerja
Pdt. Armin Sukri, M.Min., M.Th/Ketua,
Jenifer Astin S. Ladja, A.Md., S.Th/Sekretaris,
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! (Mazmur 34:9)
Monday, April 22, 2013
Wednesday, March 27, 2013
Tidak Ada Gagang Pada Salib (Kosuke Koyama)
Tidak ada Gagang pada Salib
Gagang berarti alat yang efisien untuk menguasai sesuatu sesuai dengan keinginan kita. Sarana teknologi yang terus berkembang memberi kepada kita kuasa dan pengendalian, dan dalam beberapa hal teknologi tidak berbahaya. Teologia tidak punya gagang. Teologia yang punya gagang untuk menangani Allah bukan lagi teologia, melainkan suatu ideologi-teologia yang demonik. Teologia mungkin mencoba berbicara tentang masalah itu, yakni kuasa Allah yang menyelamatkan, tetapi tidak menanganinya, terlebih-lebih menerapkannya. Dengan adanya daya khayal yang begitu hidup ini, yang menunjuk pada "Teologia Kerbau"-nya (Waterbuffalo Theology) sejauh itu nampak dalam garis pemikirannya yang khas, Dr. Koyama, salah seorang teolog Asia paling menarik, mengusahakan suatu meditasi tentang kekristenan di Asia Tenggara yang lebih cenderung pada formulasi-formulasi dari gereja-gereja di Barat. [Kosuke Koyama: Tidak Ada Ganggang Pada Salib: Meditasi Mengenai Pikiran yang Disalibkan di Asia, Jakarta: BPK-Gunung Mulia, 1986. http://www.belbuk.com/tidak-ada-gagang-pada-salib-p-12757.html]
Salib dan Rantang Makanan
Yesus tidak memikul salib-Nya seperti seorang pengusaha menenteng tasnya. Koyama mendasari pemikiran teologisnya tersebut dari teks Mat. 16:24,
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Di sini Koyama membuat suatu perbandingan yang sangat bertolak belakang antara salib dan rantang makanan. Salib sebagai simbol penyangkalan diri. Sementara rantang makanan merupakan sikap yang penuh inisiatip, kekuatan spiritual dan mental kita, teologia yang berbobot dan dinamis, pikiran yang baik dan jujur, rencana yang masak dan teliti, serta tanggung jawab yang suci terhadap iman.
Koyama mengontraskan antara Salib dan rantang makanan. Salib merupakan suatu yang sangat tidak menyenangkan untuk dipikul (tanpa gagang) sementara rantang makanan adalah seuatu yang sangat menyenangkan untuk dijinjing (punya gagang); suatu benda yang tidak menarik untuk dipikul dan suatu benda yang menarik untuk ditenteng; bergerak lambat dan bergerak cepat; tidak efisien dan efisien; tidak terjamin dan terjamin; berjalan tersaruk-saruk dan berjalan melenggang kangkung; menyangkal diri dan menonjolkan diri. “Gagang” dalam hal ini oleh Koyama diartikan sebagai alat yang efisien untuk menguasai sesuatu sesuai dengan keinginan kita. Penggunaan “gagang” disejajarkan dengan teknologi. Hasil dari sebuah teknologi adalah mesin (tenaga, kuat-kuasa) dan “gagang” (kendali). Sehingga, teknologi adalah tenaga yang dikendalikan. Disinilah kemudian dimunculkan perbedaan pokok antara teknologi dan teologia. Teknologi memberi kita “mesin” dan “gagang”, sementara teologia hanya punya “mesin” tanpa “gagang”. Teologi yang memasang gagang pada kuasa Allah bukan lagi teologi melainkan sudah menjadi idiologi teologis ysng bersifat demonis.
Dengan kata lain, pikiran teknologis adalah “gagang minded”, sedangkan pikiran teologis “tanpa-gagang-minded”. Teknologi bertujuan mengendalikan (menguasai) tenaga alamiah. Teologi tidak bertujuan untuk mengendalikan (menguasai) tenaga (kuasa) Allah. Sehingga teologi tidak boleh didekati dari titik tolak “gagang minded” teknologi. Pikiran yang terlatih memikul beban salib “tanpa gagang” dinamakan pikiran yang disalibkan. Pikiran yang terlatih menentang sikap “banyak inisiatip” “dengan gagang” dinamakan pikiran yang berjuang dengan semangat perang salib. Koyama terinspirasi dengan doa orang Farisi dan doa seorang pemungut cukai (Luk.18:13b). Pikiran dengan semangat perang salib ini tidak boleh bekerja sendirian, melainkan harus dibimbing dan diterangi oleh pikiran yang disalibkan Mat.5:20)
Lihat ringkasan Dinuk Valupi Widayati dalam "Teologi Konteks Asia" http://bronzing2012simplebisnis.files.wordpress.com/2012/04/teologi-konteks-asia1.doc
Sunday, March 24, 2013
Peneguhan Sidi
Pada Hari Minggu Palmarum, 24 Maret 2013, sejumlah 6 orang pemuda diteguhkan dalam sidi (salah seorang dibaptis dewasa) di GKSS Jemaat Mattiro Baji. Mereka telah mengikuti pelajaran katekisasi selama beberapa bulan. Seorang penulis menjelaskan sidi dalam sebuah tulisan sbb:
Pengertian Sidi
Lasimnya, gereja-gereja di Indonesia yang berlatar belakang Belanda, menggunakan istilah peneguhan sidi atau naik sidi. Tetapi bagi gereja-gereja yang berlatar belakang Jerman menggunakan istilah konfirmasi yang berasal dari kata Latin Corfirmatio (Ingg: confirmation, Jerman: Konfirmation) yang berarti peneguhan atau penguatan.
Banyak orang memahami sidi sebagai suatu upacara pengampunan dosa, atau pengakuan dosa. Yang sebenarnya sidi merupakan upacara pengakuan iman secara pribadi dan sekaligus diteguhkan menjadi anggota gereja. Pertanyaannya, bukankankah sakramen Baptisan yang telah dilewati merupakan upacara pengakuan iman? Ini benar, tetapi perlu diingat bahwa pada saat kita dibaptis, iman kita diwakilkan oleh orang tua dan orang tua baptis. Berdasarkan pengakuan itulah secara terbuka seseorang telah menjadi anggota gereja dan menaklukan diri kepada disiplin gereja. Dengan kata lain, sidi merupakan upacara penerimaan sebagai anggota jemaat secara penuh, memiliki hak memilih dan dipilih. Sejak seseorang mengalami peneguhan sidi, ia bertanggunggungjawab sendiri atas imannya, boleh mengikuti perjamuan kudus, ikut serta dalam pengambilan keputusan dalam jemaat.
Praktek Sidi dalam Gereja
Sidi seperti telah dijelaskan diatas, dilakukan mengawali perjamuan pertama, dan karena itu prinsip mendasar yang harus diingat, bahwa yang boleh ikut upacara sidi, adalah seseorang yang dianggap dewasa yang dapat mengerti tentang imannya sendiri. Menjadi sangat penting juga, untuk ada dalam upacara sidi itu sendiri, seseorang perlu untuk diajarkan tentang pokok-pokok ajaran dan iman Kristen sehingga ia tidak sekedar mengimani tetapi sekaligus ia memahami apa yang ia imani. Proses-proses pengajaran itu yang disebut katekhetsasi, sebagai media pendidikan yang disediakan oleh gereja sebagai lembaga pendidikan formal yang mendidik para warganya untuk memahami ajaran-ajaran gereja itu sendiri.
(Selengkapnya lihat "Kedudukan Sidi Gereja Diantara Sakramen Baptisan Kudus Dan Perjamuan Kudus ", http://giafidrisa.blogspot.com/2011/07/kedudukan-sidi-gereja-diantara-sakramen.html)
Thursday, March 14, 2013
Pesan Paskah PGI 2013
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA
TAHUN
2013
“Kristus,
Yang sulung dari segala yang diciptakan”
(bdk. Kolose 1:18)
Umat
Kristiani Indonesia yang dikasihi oleh Yesus
Kristus,
Salam Sejahtera,
1. Ketika bangsa kita masih tetap bergumul dengan berbagai
persoalan, baik bencana alam maupun bencana-bencana sosial, berita Paskah
kembali datang menyapa kita. Paskah adalah, ketika Allah memberikan pengharapan
di tengah keputusasaan, optimisme di tengah pesimisme, pembebasan di tengah
perbudakan dosa, kehidupan di tengah kematian. “Allah telah mendamaikan
diri-Nya dengan manusia, dan dengan seluruh ciptaan-Nya”, adalah berita Paskah
paling kuat, ketika budaya konflik dan peperangan di antara
sesama, dan pencemaran terhadap alam masih tetap dianut dan dipraktekkan secara
luas oleh masyarakat kita. Bahwa Allah membangkitkan Yesus dari kematian adalah
pengesyahan Allah terhadap kehidupan, yaitu betapa berharganya kehidupan,
dan karena itu tidak boleh disia-siakan.
2. Kebangkitan
Kristus menciptakan hubungan baru antara Allah dengan manusia dan dengan
seluruh ciptaan-Nya. Kristus adalah Pusat hubungan baru itu. Ia bahkan disebut
sebagai Yang sulung dari seluruh ciptaan, sebagaimana dikatakan dalam Kolose
1:18: “Ialah kepala Tubuh, yaitu Jemaat. Ialah Yang sulung, Yang pertama
bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala
sesuatu.” Itu tidak berarti, Kristus Yang bangkit itu identik dengan
seluruh makhluk ciptaan, kendati di dalam kebebasan dan kedaulatan-Nya Ia bisa
saja menyamakan diri dengan makhluk ciptaan tersebut. Justru itulah makna
mendalam dari inkarnasi, ketika Allah memilih menjadi manusia. “Sulung” (Yn.: prototokos)
adalah penegasan bahwa Kristus adalah “Yang Sulung Itu Sendiri”. Sebagai
demikian, “di dalam Dia-lah telah diciptakan segala sesuatu”(ay.16), yang juga
berarti, Ia berkuasa atas segenap ciptaan. Bahwa Ia “Yang pertama bangkit dari
antara orang mati”, semakin menegaskan keutamaan Kristus, sekaligus menjadi
dasar pemahaman dan keyakinan akan kebangkitan orang mati. Kalau Kristus adalah
Yang sulung dari segala ciptaan, maka “jemaat” adalah tipe awal (prototype)
dari kemanusiaan baru yang sudah diperbaharui oleh Kebangkitan. Sebagai
demikian, jemaat berkewajiban meneruskan amanat kehidupan ini kepada segala
makhluk. Ini melahirkan pengharapan akan makna hidup baik di masa kini, maupun
nanti.
3. Dalam Sidang Majelis Pekerja Lengkap
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI), 25-28 Januari 2013 di Kupang,
Nusa Tenggara Timur, gereja-gereja kembali menyatakan keprihatinan mendalam
terhadap makin terganggunya keutuhan ciptaan di bumi Indonesia. Hal itu terlihat misalnya dalam hal makin masifnya perusakan
dan kerusakan lingkungan yang di dalamnya kita tinggal. Pertikaian seputar
kepemilikan tanah dan akses terhadap sumber daya alam yang makin kritis
memperlihatkan bahwa kita memang sedang terancam oleh berbagai kekuatan global
(global force): persoalan demografi, sumber daya alam,
globalisasi dan perubahan iklim.
4. Dalam keadaan seperti ini, gereja
sebagai tipe awal kemanusiaan baru dipanggil untuk memahami secara baru makna
pemberian mandat, “Berkuasalah, penuhilah… taklukkanlah” (Kej.1:28), bukan
sebagai akta eksploitasi terhadap alam ciptaan-Nya, tetapi justru sebagai
jurukunci yang setia memelihara dan mengelolanya secara bertanggungjawab. Peristiwa Paskah itulah justru yang memberikan harapan dan
semangat baru melalui pendamaian dan rekonsiliasi sejati yang diprakarsai Allah
ke atas manusia dan seluruh makhluk ciptaan-Nya. Alhasil, penebusan, tidak saja mendamaikan manusia dengan
pencipta-Nya, tetapi juga mendamaikan manusia dengan seluruh ciptaan Allah.
Atas dasar keyakinan ini, dalam rangka menyambut dan
menghayati Paskah 2013, dengan rasa sukacita dan ucapan syukur, Persekutuan
Gereja-Gereja di Indonesia mengajak semua umat Kristiani untuk semakin mengejawantahkan harapan dan semangat baru itu, bahwa “penebusan Kristus
mendamaikan manusia dengan Allah dan seluruh Ciptaan-Nya”, melalui
hal-hal berikut ini:
a. Perayaan Paskah hendaknya mendorong
gereja mengkaji dan mendalami ulang segi-segi teologi dari mandat pemeliharaan
dan pengelolaan ciptaan Allah serta mengimplementasikannya dalam berbagai aspek
pelayanan gerejawi: liturgi, pengajaran dan pemberitaan firman Tuhan.
b. Perayaan Paskah hendaknya menjadi
momentum bagi gereja-gereja untuk semakin mempererat persekutuan dalam arak-arakan
gerakan oikoumenis lintas-denominasi agar fungsi gereja sebagai garam dan terang dapat
diimpelentasikan secara optimal di tengah-tengah situasi yang ada. Khususnya,
kiranya Semangat Paskah mendorong gereja berkontribusi aktif dan semakin giat
dalam upaya-upaya pelestarian lingkungan, menjadikan gereja sebagai
gereja yang ramah dan sahabat bagi alam, serta membina warganya untuk
peka dan peduli terhadap lingkungan hidup.
c. Perayaan Paskah hendaknya mampu
mendorong gereja untuk lebih mewujudkan keberpihakan kepada perjuangan
penegakkan hak-hak masyarakat khususnya di tengah-tengah konflik Agrararia dan Sumber Daya Alam. Perjuangan ini merupakan pondasi
spirit gerakan oikoumenis, yang di dalamnya kita secara
bersama terus berjuang untuk mengusahakan bumi sebagai rumah (oikos)
yang semakin layak untuk dihuni (menein).
Pesan Paskah ini, kami akhiri dengan
menggarisbawahi firman Allah melalui Kidung Pemazmur yang menyatakan kemuliaan
Allah dalam segenap pekerjaan tangan-Nya. Ini mengingatkan kepada kita, bahwa
kitalah tangan-tangan Allah untuk mewujudkan kemuliaan-Nya di tengah seluruh
ciptaan:
“Langit menceritakan kemuliaan Allah,
dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya”
(Mazmur 19:2)
Jakarta, Akhir Februari 2013
Atas nama,
MAJELIS PEKERJA HARIAN
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA
Pdt.
Dr. A.A. Yewangoe
Pdt. Gomar Gultom
Ketua Umum
Sekretaris Umum
Wednesday, March 13, 2013
Paus Baru, Paus Franciscus
| Cardinal Jorge Mario Bergolio, SJ terpilih menjadi Paus Franciscus |
Telah terpilih pemimpin umat Roma Katolik sedunia, Paus Franciscus, tadi subuh, 14 Maret 2013. Dalam sistim papalisme pemerintahan Gereja Roma Katolik, uskup Roma adalah penerus Rasul Petrus, yang menjadi pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia, wakil Kristus di bumi. Berikut catatan seorang pastor terkemuka Indonesia mengenai Sri Puas yang baru:
Habemus Papam
Pagi ini jam 01.6 WIB atau jam 19.06 waktu Roma telah
terpilih Cardinal Jorge Mario Bergolio, SJ. Kardinal dari Buenos Aires. Umur 76
tahun, paus ke 266.
Keturunan imigran itali dari Piemontese. Paus pertama
seorang yesuit. Dia adalah kardinal yang berseberangn dengan kardinal
Ratzinger.
Apa yang dia katakan sewaktu dia diperkenalkan kepada
publik: “Saudara saudariku selamat sore, tahukah anda bahwa tugas dari konklaf
adalah memilih uskup Roma kelihatannya bahwa saudara saudarku para kardinal
harus pergi jauh mengambil seseorang dari ujung dunia... apaboleh buat saya
sekarang berada disini”.
Dari penampilan pertamanya yang tidak hanya memberi berkat
tetapi juga meminta supaya kita semua berdoa dan meminta berkat dari Tuhan
baginya merupakan ungkapan mudah mudahan paus ini adalah paus yang merakyat. Di
buenosaires dia adalah terkenal sebagai kardinal yang cukup sederhana. Dia
memilih tinggal disebuah rumah yang sedrhana daripada istana keuskupan yang
megah. Dia selalu menyetir mobilnya sendiri dan juga memasak makanannya
sendiri. Orang yang cukup dekat dengan komunitas teologi pembebeasan.
Ungkapan kesederhanaannya nampak dari nama yang dia pilih
franciscus. Kita semua tahu siapa st. Franciscus Asisi tetapi juga bisa
diinterpretasikan sebagai kependekan dari Franciscus Xaverius. Dengan demikian
dua hal bisa dikatakan bahwa dia adalah orang yang membawa Gereja agar lebih
sederhana seperti Fransiskus Asisi tetapi dilain pihak missioner seperti
Fransiskus Xaverius.
Kesederhaannya juga nampak sewaktu dia meminta doa doa dari
seluruh dunia dimana dia tidak hanya menundukkan kepala tetapi juga
membungkukan badannya. Memakai stolanya sendiri sewaktu mau memberi berkat dan
memegang microphone sendiri. Ini semua menjadi ungkapanungkapan kecil dari
kesederhaannya. Pasti tidak mudah bagimya untuk hidup di belakang tembok
vatikan yang penuh dengan formalitas. Memang benar bahwa kita harus
mendoakannya agar dia bisa bertahan. Disamping itu dia adalah anggota Serikat
Jesus, kiranya juga tidak mudah bagi SJ. Serikat menjadi sorotan seluruh dunia
juga. Namun demikian ini adalah kesempatan bagi SJ untuk membantu Gereja dengan
lebih sehingga dunia ini menjadi lebih damai dan lebih mendekati apa yang
dicita citakan Tuhan.
bsm
Friday, February 15, 2013
100 TAHUN INJIL MASUK TORAJA
JULI 2012:
Seminar Toraya Ma’kombongan di Makale
Pekan Spiritualitas Gereja Toraja.
Mulai menyosialisasikan Tema-Subtema dan kegiatan Ibadah Syukur dan Perayaan 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA
AGUSTUS – NOPEMBER 2012
a. Sosialisasi Tema dan kegiatan ibadah syukur 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA
b. Pembentukan panitia di Klasis, Jemaat, Wilayah, Kota-kota (IKAT/KKT/PMTI).
c. Perencanaan kegiatan-kegiatan
DESEMBER 2012
a. Perayaan Natal bernuansa 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA. Persembahan khusus untuk menunjang kepanitiaan dan Pekabaran Injil.
b. Sosialisasi ke Klasis dan wilayah-wilayah/IKAT/KKT/PMTI.
c. Pembentukan panitia lokal
JANUARI – MARET 2013
a. Sosialisasi perayaan ke Klasis, Jemaat, Gereja-gereja, dan Wilayah(IKT)
b. Pembentukan Panitia local/jemaat
c. Persiapan pelaksanaan Ibadah Raya I di Makale (Maret 2013).
d. Persiapan perayaan-perayaan di Klasis, Jemaat, Wilayah, Kota-kota, provinsi.
e. Renungan-renungan pemeriksaan batin dan pembaruan spiritualitas (cencura morum) dalam ibadah-ibadah hari minggu, kebaktian rumah tangga/keluarga, retret dan pembinaan-pembinaan.
16 – 23 MARET 2013
a. 16 Maret 2013: IBADAH RAYA I DI MAKALE. Penyalaan OBOR 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA oleh wakil-wakil dari: GZB, GPI, GMIM, GMIST, GMIT, GPM, GURU-GURU, PENDETA, DOKTER. (Obor sebagai simbol Terang Kehidupan mulai bercahaya di Toraja).
b. 17 Maret 2013: Ibadah hari Minggu sekaligus sebagai ibadah syukur, juga sekaligus serempak dilakukan di setiap Gereja/Jemaat. Terang mulai memancarkan sinarnya ke berbagai wilayah dan penjuru. Wakil-wakil Klasis, dan Panitia Wilayah (regional) mengambil terang dari Obor 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA untuk dibawa ke klasis dan wilayah masing-masing.
c. Setiap Ibadah Syukur di Wilayah/Klasis/Jemaat/Kota dimulai dengan menyalakan obor Injil.
d. 18–23 Maret 2013: Kegiatan syukuran berupa berbagai atraksi budaya dan seni di Makale.
24 MARET – 30 JUNI 2013
a. Ibadah syukur 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA di Jemaat-jemaat/klasis/wilayah/ kota. Setiap perayaan ibadah syukur, diawali dengan penyalaan obor 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA. Dapat juga ibadah syukur 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA tersebut dirangkaikan dengan kegiatan-kegiatan pesta panen atau penahbisan gedung gereja. Kegiatan akan dikoordinasikan dengan panitia klasis. Jika dalam perayaan akan mengundang panitia nasional (pusat) dan atau BPS, kiranya dikoordinasikan jauh sebelumnya untuk pengaturan waktu.
b. Pengumpulan persembahan syukur dari seluruh masyarakat Toraja di mana saja berada yang dimulai pada ibadah minggu tanggal 17 Maret 2013 sampai tanggal 26 Juli 2013 dalam ibadah raya II. Persembahan ini disebut persembahan serba 100 (100 ribu, 5 X 100 ribu, 10 X 100ribu, 100 X 100ribu, 100 juta, dll), atau dapat juga dalam bentuk natura seperti 100 kg beras, 100 butir telur, 1 ekor babi, 1 ekor kerbau, dll di seluruh tempat ibadah. Persembahan serba 100 ini bersama dengan persembahan/kolekte pada setiap ibadah khusus, akan diserahkan ke panitia nasional melalui rekening khusus Bank Mandiri Rekening No.152.00.12 65 680-3 a.n. Panitia Gerakan 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA. Persembahan dapat disetor langsung melalui rekening dan bukti setoran dapat dimasukkan ke pundi khusus yang disediakan atau difax atau email ke Panitia Nasional.
c. Dana persembahan serba 100 yang terkumpul akan digunanakan antara lain untuk:
i. Mengembangkan pendidikan (sarana pendidikan, pelatihan/penataran guru, dosen, pendeta, dokter/perawat, pemberian beasiswa);
ii. Menunjang biaya Pekabaran Injil ke daerah terpencil/pedesaan.
iii. Meningkatkan jaminan pensiun para pekerja gereja
iv. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan (rumah sakit, tenaga medis dan para medis), pengadaan alat-alat kesehatan yang memadai.
v. Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan keterampilan, dll.
vi. Kepedulian terhadap lingkungan hidup sekaligus menunjang Toraja sebagai daerah tujuan wisata.
d. Kegiatan lomba seni dan budaya di Jemaat, Kota dan Klasis. Kegiatan diatur oleh panitia Klasis, wilayah, kota, jemaat, IKAT, KKT, PMTI (Jenis kegiatan lomba – lihat lampiran).
e. Kegiatan Gerakan PI oleh Jemaat/wilayah dan OIG ke daerah-daerah PI. Kegiatan dikoordinasikan oleh Panitia Nasional bekerja sama BPWG-PI. Setiap klasis/jemaat akan mengirim tenaga PI (pendeta atau penatua/diaken atau warga jemaat yang berminat) untuk melaksanakan program PI ke daerah PI/pedesaan. Semua biaya akan ditanggung oleh Jemaat/klasis pengutus atau pribadi. Lokasi PI akan ditentukan oleh seksi PI. Waktu pelaksanaan bulan April - Juni. Lamanya di lapangan antara 2–3 minggu. Kegiatan PI dirangkaikan dengan pelayanan kesehatan, pembinaan dan penyuluhan, dan aksi-aksi sosial lainnya.
f. Pengembangan SDM melalui Seminar dan pelatihan-pelatihan para guru, pendeta, pengembangan ekonomi, dokter, paramedis, dll. Kegiatan dilaksanakan di jemaat, klasis, wilayah sesuai kemungkinannya dan secara nasional. Jadwal akan diatur kemudian tersendiri oleh seksi yang menanganinya.
g. Kebaktian-kebaktian Penyegaran Iman, diatur oleh masing-masing Panitia Wilayah, Panitia Klasis, dan Panitia Nasional.
1 – 11 JULI 2013 NAPAK TILAS PERJALANAN PENGINJILAN ANTONIE ARIS VAN DE LOOSDRECHT
RUTE PERJALANAN DIATUR SEBAGAI BERIKUT:
Napak tilas dimulai tanggal 1 Juli dan berakhir tanggal 11 Juli 2013
Kelompok I:
Makassar-Balikpapan-Donggala.
Donggala-Mangkutana
Mangkutana-Malili
Malili-Palopo-Toraja
Kelompok II:
Rantepao-Palopo-Sabbang-Kanandede-Limbong-Seko- Baruppu'-Tondoklitak-Rantepao. Jika medan Seko – Baruppu’ terlalu berat, maka bisa kembali dari Seko ke Sabbang melalui Seko padang dan Seko lemo).
Kelompok III:
Makale-Buakayu-Rano-Simbuang-Bittuang-Makale
Kelompok IV:
Rantepao-Tondon Nanggala-Balusu-Sa'dan-Bori'
12-26 JULI 2013: IBADAH RAYA II DI RANTEPAO
Kegiatan selama ini akan diisi dengan:
a. Lomba seni dan budaya dari berbagai klasis/wilayah (lokasi: Makale dan Rantepao)
b. Pertemuan raya PMTI, IKT, Pemda dan pimpinan gereja dengan tema “Bersama-sama Membangun Toraja”.
c. Konsultasi Pekabaran Injil (22–24 Juli 2013 ).
d. Pameran-pameran
e. Aksi-aksi sosial (lingkungan hidup/kesehatan/pendidikan/pemberdayaan ekonomi dll).
f. Karnaval/Pagelaran/atraksi seni dan budaya dari berbagai wilayah/daerah di Indonesia. Atraksi tersebut bertemakan Pengucapan Syukur Injil Masuk Toraja yang dapat dikemas dalam bentuk seni dan budaya.
Kegiatan atraksi tersebut dijadwalkan untuk setiap wilayah/daerah sebagai berikut:
1. 12 Juli – Ibadah Pembukaan IBADAH RAYA II: Didahului Parade Kategorial (Anak-anak, Pemuda, Perempuan, dan Kaum Bapak) dan penyalaan kembali Obor 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA (semua obor yang sudah beredar di klasis/kota/wilayah [IKAT/IKT/KKT/PMTI] disulutkan pada obor besar yang telah disediakan).
2. 13 Juli – Luwu Raya
3. 14 Juli – Ibadah Minggu
4. 15 Juli – Wilayah Tana Toraja
5. 16 Juli – Wilayah Toraja Utara
6. 17 Juli – Katolik, Kibaid, PGPI, Advent, dan semua gereja/denominasi lainnya.
7. 18 Juli – Wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara.
8. 19 Juli – Makasar dsk., Parepare dsk., Sulawesi Barat dsk., Bone dsk.
9. 20 Juli – Kalimantan, Maluku, NTT, NTB.
10. 21 Ibadah hari Minggu
11. 22 Juli – Pulau Jawa, Batam, Kualalumpur/Malaysia, Sumatera, Bali dsk.
12. 23 Juli – Papua dan Papua Barat
13. 24 Juli – Pertemuan Raya PMTI/KKT/IKT/IKAT se-Indonesia, Pemda Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu, Pimpinan-pimpinan Gereja, Tokoh Masyarakat Toraja, tema: “Bersama Membangun Toraja”.
14. 25 Juli - GZB, GPIL, GTM, GKSS.
15. 26 Juli – Ibadah Raya II
a. IBADAH SYUKUR akan dihadiri oleh semua jemaat, klasis, IKAT/KKT/PMTI, gereja-gereja tetangga, pendeta-pendeta, dokter-dokter dan paramedis, guru-guru/pendidik, undangan dalam dan luar negeri.
b. Deklarasi Komitmen Membangun Toraja dan mempersiapkan 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA berikutnya.
c. Pemadaman Obor 100 Tahun Injil Masuk Toraja - sekaligus Peresmian Monumen 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA.
AGUSTUS – NOVEMBER 2013:
Perampungan kegiatan-kegiatan perayaan
13 NOVEMBER 2013:
Ibadah Syukur Pasca-Ibadah Syukur dan Perayaan 100 Tahun Injil Masuk Toraja, Pembubaran Panitia dan Deklarasi-Pencanangan Gerakan Membangun Toraja 100 Tahun berikutnya, antara lain menyangkut:
1. Gerakan peningkatan SDM melalui Sudi lanjut S2 dan S3 pendeta, guru, dokter dan para medis; pemberdayaan calon pemimpin masa depan, nasional, internasional.
2. Pelayanan PI berkelanjutan
3. Gerakan penghijauan, pelestarian lingkungan hidup, pengembangan ekonomi pertanian, perikanan, peternakan, perindustrian, dll.
4. Transformasi budaya Toraja untuk siap masuk era globalisasi.
Seminar Toraya Ma’kombongan di Makale
Pekan Spiritualitas Gereja Toraja.
Mulai menyosialisasikan Tema-Subtema dan kegiatan Ibadah Syukur dan Perayaan 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA
AGUSTUS – NOPEMBER 2012
a. Sosialisasi Tema dan kegiatan ibadah syukur 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA
b. Pembentukan panitia di Klasis, Jemaat, Wilayah, Kota-kota (IKAT/KKT/PMTI).
c. Perencanaan kegiatan-kegiatan
DESEMBER 2012
a. Perayaan Natal bernuansa 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA. Persembahan khusus untuk menunjang kepanitiaan dan Pekabaran Injil.
b. Sosialisasi ke Klasis dan wilayah-wilayah/IKAT/KKT/PMTI.
c. Pembentukan panitia lokal
JANUARI – MARET 2013
a. Sosialisasi perayaan ke Klasis, Jemaat, Gereja-gereja, dan Wilayah(IKT)
b. Pembentukan Panitia local/jemaat
c. Persiapan pelaksanaan Ibadah Raya I di Makale (Maret 2013).
d. Persiapan perayaan-perayaan di Klasis, Jemaat, Wilayah, Kota-kota, provinsi.
e. Renungan-renungan pemeriksaan batin dan pembaruan spiritualitas (cencura morum) dalam ibadah-ibadah hari minggu, kebaktian rumah tangga/keluarga, retret dan pembinaan-pembinaan.
16 – 23 MARET 2013
a. 16 Maret 2013: IBADAH RAYA I DI MAKALE. Penyalaan OBOR 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA oleh wakil-wakil dari: GZB, GPI, GMIM, GMIST, GMIT, GPM, GURU-GURU, PENDETA, DOKTER. (Obor sebagai simbol Terang Kehidupan mulai bercahaya di Toraja).
b. 17 Maret 2013: Ibadah hari Minggu sekaligus sebagai ibadah syukur, juga sekaligus serempak dilakukan di setiap Gereja/Jemaat. Terang mulai memancarkan sinarnya ke berbagai wilayah dan penjuru. Wakil-wakil Klasis, dan Panitia Wilayah (regional) mengambil terang dari Obor 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA untuk dibawa ke klasis dan wilayah masing-masing.
c. Setiap Ibadah Syukur di Wilayah/Klasis/Jemaat/Kota dimulai dengan menyalakan obor Injil.
d. 18–23 Maret 2013: Kegiatan syukuran berupa berbagai atraksi budaya dan seni di Makale.
24 MARET – 30 JUNI 2013
a. Ibadah syukur 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA di Jemaat-jemaat/klasis/wilayah/ kota. Setiap perayaan ibadah syukur, diawali dengan penyalaan obor 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA. Dapat juga ibadah syukur 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA tersebut dirangkaikan dengan kegiatan-kegiatan pesta panen atau penahbisan gedung gereja. Kegiatan akan dikoordinasikan dengan panitia klasis. Jika dalam perayaan akan mengundang panitia nasional (pusat) dan atau BPS, kiranya dikoordinasikan jauh sebelumnya untuk pengaturan waktu.
b. Pengumpulan persembahan syukur dari seluruh masyarakat Toraja di mana saja berada yang dimulai pada ibadah minggu tanggal 17 Maret 2013 sampai tanggal 26 Juli 2013 dalam ibadah raya II. Persembahan ini disebut persembahan serba 100 (100 ribu, 5 X 100 ribu, 10 X 100ribu, 100 X 100ribu, 100 juta, dll), atau dapat juga dalam bentuk natura seperti 100 kg beras, 100 butir telur, 1 ekor babi, 1 ekor kerbau, dll di seluruh tempat ibadah. Persembahan serba 100 ini bersama dengan persembahan/kolekte pada setiap ibadah khusus, akan diserahkan ke panitia nasional melalui rekening khusus Bank Mandiri Rekening No.152.00.12 65 680-3 a.n. Panitia Gerakan 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA. Persembahan dapat disetor langsung melalui rekening dan bukti setoran dapat dimasukkan ke pundi khusus yang disediakan atau difax atau email ke Panitia Nasional.
c. Dana persembahan serba 100 yang terkumpul akan digunanakan antara lain untuk:
i. Mengembangkan pendidikan (sarana pendidikan, pelatihan/penataran guru, dosen, pendeta, dokter/perawat, pemberian beasiswa);
ii. Menunjang biaya Pekabaran Injil ke daerah terpencil/pedesaan.
iii. Meningkatkan jaminan pensiun para pekerja gereja
iv. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan (rumah sakit, tenaga medis dan para medis), pengadaan alat-alat kesehatan yang memadai.
v. Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan keterampilan, dll.
vi. Kepedulian terhadap lingkungan hidup sekaligus menunjang Toraja sebagai daerah tujuan wisata.
d. Kegiatan lomba seni dan budaya di Jemaat, Kota dan Klasis. Kegiatan diatur oleh panitia Klasis, wilayah, kota, jemaat, IKAT, KKT, PMTI (Jenis kegiatan lomba – lihat lampiran).
e. Kegiatan Gerakan PI oleh Jemaat/wilayah dan OIG ke daerah-daerah PI. Kegiatan dikoordinasikan oleh Panitia Nasional bekerja sama BPWG-PI. Setiap klasis/jemaat akan mengirim tenaga PI (pendeta atau penatua/diaken atau warga jemaat yang berminat) untuk melaksanakan program PI ke daerah PI/pedesaan. Semua biaya akan ditanggung oleh Jemaat/klasis pengutus atau pribadi. Lokasi PI akan ditentukan oleh seksi PI. Waktu pelaksanaan bulan April - Juni. Lamanya di lapangan antara 2–3 minggu. Kegiatan PI dirangkaikan dengan pelayanan kesehatan, pembinaan dan penyuluhan, dan aksi-aksi sosial lainnya.
f. Pengembangan SDM melalui Seminar dan pelatihan-pelatihan para guru, pendeta, pengembangan ekonomi, dokter, paramedis, dll. Kegiatan dilaksanakan di jemaat, klasis, wilayah sesuai kemungkinannya dan secara nasional. Jadwal akan diatur kemudian tersendiri oleh seksi yang menanganinya.
g. Kebaktian-kebaktian Penyegaran Iman, diatur oleh masing-masing Panitia Wilayah, Panitia Klasis, dan Panitia Nasional.
1 – 11 JULI 2013 NAPAK TILAS PERJALANAN PENGINJILAN ANTONIE ARIS VAN DE LOOSDRECHT
RUTE PERJALANAN DIATUR SEBAGAI BERIKUT:
Napak tilas dimulai tanggal 1 Juli dan berakhir tanggal 11 Juli 2013
Kelompok I:
Makassar-Balikpapan-Donggala.
Donggala-Mangkutana
Mangkutana-Malili
Malili-Palopo-Toraja
Kelompok II:
Rantepao-Palopo-Sabbang-Kanandede-Limbong-Seko- Baruppu'-Tondoklitak-Rantepao. Jika medan Seko – Baruppu’ terlalu berat, maka bisa kembali dari Seko ke Sabbang melalui Seko padang dan Seko lemo).
Kelompok III:
Makale-Buakayu-Rano-Simbuang-Bittuang-Makale
Kelompok IV:
Rantepao-Tondon Nanggala-Balusu-Sa'dan-Bori'
12-26 JULI 2013: IBADAH RAYA II DI RANTEPAO
Kegiatan selama ini akan diisi dengan:
a. Lomba seni dan budaya dari berbagai klasis/wilayah (lokasi: Makale dan Rantepao)
b. Pertemuan raya PMTI, IKT, Pemda dan pimpinan gereja dengan tema “Bersama-sama Membangun Toraja”.
c. Konsultasi Pekabaran Injil (22–24 Juli 2013 ).
d. Pameran-pameran
e. Aksi-aksi sosial (lingkungan hidup/kesehatan/pendidikan/pemberdayaan ekonomi dll).
f. Karnaval/Pagelaran/atraksi seni dan budaya dari berbagai wilayah/daerah di Indonesia. Atraksi tersebut bertemakan Pengucapan Syukur Injil Masuk Toraja yang dapat dikemas dalam bentuk seni dan budaya.
Kegiatan atraksi tersebut dijadwalkan untuk setiap wilayah/daerah sebagai berikut:
1. 12 Juli – Ibadah Pembukaan IBADAH RAYA II: Didahului Parade Kategorial (Anak-anak, Pemuda, Perempuan, dan Kaum Bapak) dan penyalaan kembali Obor 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA (semua obor yang sudah beredar di klasis/kota/wilayah [IKAT/IKT/KKT/PMTI] disulutkan pada obor besar yang telah disediakan).
2. 13 Juli – Luwu Raya
3. 14 Juli – Ibadah Minggu
4. 15 Juli – Wilayah Tana Toraja
5. 16 Juli – Wilayah Toraja Utara
6. 17 Juli – Katolik, Kibaid, PGPI, Advent, dan semua gereja/denominasi lainnya.
7. 18 Juli – Wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara.
8. 19 Juli – Makasar dsk., Parepare dsk., Sulawesi Barat dsk., Bone dsk.
9. 20 Juli – Kalimantan, Maluku, NTT, NTB.
10. 21 Ibadah hari Minggu
11. 22 Juli – Pulau Jawa, Batam, Kualalumpur/Malaysia, Sumatera, Bali dsk.
12. 23 Juli – Papua dan Papua Barat
13. 24 Juli – Pertemuan Raya PMTI/KKT/IKT/IKAT se-Indonesia, Pemda Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu, Pimpinan-pimpinan Gereja, Tokoh Masyarakat Toraja, tema: “Bersama Membangun Toraja”.
14. 25 Juli - GZB, GPIL, GTM, GKSS.
15. 26 Juli – Ibadah Raya II
a. IBADAH SYUKUR akan dihadiri oleh semua jemaat, klasis, IKAT/KKT/PMTI, gereja-gereja tetangga, pendeta-pendeta, dokter-dokter dan paramedis, guru-guru/pendidik, undangan dalam dan luar negeri.
b. Deklarasi Komitmen Membangun Toraja dan mempersiapkan 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA berikutnya.
c. Pemadaman Obor 100 Tahun Injil Masuk Toraja - sekaligus Peresmian Monumen 100 Tahun INJIL MASUK TORAJA.
AGUSTUS – NOVEMBER 2013:
Perampungan kegiatan-kegiatan perayaan
13 NOVEMBER 2013:
Ibadah Syukur Pasca-Ibadah Syukur dan Perayaan 100 Tahun Injil Masuk Toraja, Pembubaran Panitia dan Deklarasi-Pencanangan Gerakan Membangun Toraja 100 Tahun berikutnya, antara lain menyangkut:
1. Gerakan peningkatan SDM melalui Sudi lanjut S2 dan S3 pendeta, guru, dokter dan para medis; pemberdayaan calon pemimpin masa depan, nasional, internasional.
2. Pelayanan PI berkelanjutan
3. Gerakan penghijauan, pelestarian lingkungan hidup, pengembangan ekonomi pertanian, perikanan, peternakan, perindustrian, dll.
4. Transformasi budaya Toraja untuk siap masuk era globalisasi.
Subscribe to:
Posts (Atom)




